Pemerintah Luncurkan Indonesian Aid, Apa Itu?

Pemerintah Luncurkan Indonesian Aid, Apa Itu?

Indonesia Aid – “Di taruhnya di below the line kalau istilah teknisnya, artinya dia bukan harus habis mungkin mampu menjadi dana abadi. Tahun lalu kita masukkan Rp1 triliun tahun ini Rp2 triliun jadi Rp3 triliun. Untuk 2020 nanti aku cek saya lupa angkanya, ” ucapnya. “Kita bertafakur lembaga ini tentu langsung meningkatkan Indonesia sebagai zona yang besar, yang emas dan memiliki peran dan pengaruh positif di jagat, ” ujarnya. Dirinya pula biar menyambut gembira dengan memilikinya lembaga ini yang pasti juga akan membuat Nusantara makin bersinergi dalam rangka meningkatkan efektifitas politik pendatang negeri Indonesia. Menteri Uang Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan bahwa Indonesia merupakan homo dari negara organisasi jagat dimana cita-cita dari getah perca pendiri bangsa betul-betul mau menjaga perdamaian dunia. Selama itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menempatkan Indonesia Aid itu hendak menjadi lembaga yang mengkoordinasi dana-dana dari kementerian/lembaga.

indonesia aid

Adapun, pada APBN 2020, pemerintah diketahui menganggarkan dana untuk LDKPI ini sebesar Rp 1 triliun. Terkait organisasi serta tata kerja LDKPI, Kemenkeu telah mengaturnya melalui Tata Menteri Keuangan Nomor 143 Tahun 2019 yang terkuak beberapa hari lalu. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan siap bekerja kolektif dengan Kemenlu dalam rangka mengelola anggaran dana hibah untuk negara maupun pembahasan asing yang menjadi manfaat utama Indonesian Aid. “Dengan adanya single agency yakni Indonesian Aid, bantuan Nusantara dilakukan melalui satu pintu dengan anggaran awal agenda sebesar satu triliun rupiah.

Sejak tahun lalu, eks direktur pelaksana Bank Jagat itu menambahkan, pemerintah sudah memasukkan dana ke pembahasan tersebut senilai Rp1 triliun dari APBN. Menurut Menkeu, Indonesia merupakan negara gede baik dari sisi banyak penduduk, letak geografis hingga ukuran ekonomi. Untuk itu, Indonesia sebagai salah satu negara organ dunia untuk ikut menjaga perdamaian jagat, sesuai dengan cita-cita penggagas bangsa. Retno menjelaskan sikap sama pembangunan ini disesuaikan dengan kebutuhan negara yang meminta bantuan. “Indo AID menjadi perangkat yang luar biasa berharga bagi diplomasi Indonesia serta akan memperkuat kerja sama dan peran Indonesia dalam dunia internasional, ” jelas Menlu Retno.

Pembentukan badan ini hendak memperkokoh diplomasi Indonesia, tergolong diplomasi kemanusiaan, ” ucap Retno dalam pernyataan pers tahunannya di Jakarta, Selasa (9/1). Menteri Luar Teritori, Retno Marsudi, menekankan Nusantara Aid merupakan alat dengan sangat berharga bagi diplomasi Indonesia. Indonesia Aid pula adalah perangkat diplomasi dengan akan memperkuat posisi dan peran Indonesia di dunia internasional. Dengan diluncurkannya Indonesia Aid, anggaran bantuan internasional dari berbagai K/L dapat dikumpulkan di satu lembaga, agar tujuan pemberian bantuan lebih terfokus. Menteri Uang Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan dana bantuan dalam Indonesian AID tersebut diatur pada pos anggaran below the line atau model pembiayaan, sehingga penggunaannya tidak harus habis.

Menteri Per-ekonomian, Sri Mulyani, mengatakan titik berat finansial Indonesia AID akan disediakan dalam bentuk kapital abadi. Pemberian dana dukungan internasional melalui Indonesian AID ini telah berlangsung semenjak tahun lalu. Menurut Retno, saat ini dana dengan tersedia melalui Indonesian AID telah mencapai Rp3 triliun. Untuk tahun ini, Indonesian AID telah menggelontorkan kapital bantuan untuk tujuh negeri. Liputan6. com, Jakarta – Saat diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 18 Oktober 2019, Indonesia, untuk pertama periode dalam sejarah, memiliki institusi pengelola dan penyalur kapital negara untuk pemberian bantuan internasional.

Nilai anggaran nun telah dikeluarkan Pemerintah buat Indonesian AID sebesar Rp 3 triliun, dengan pernyataan Rp 1 triliun untuk tahun pertama di 2018 dan Rp 2 triliun di 2019. Jakarta, 18/10/2019 Kemenkeu – Wakil Pemimpin Jusuf Kalla mengatakan kalau sudah waktunya Indonesia untuk negara besar anggota G20 ikut membantu negara-negara di dunia yang membutuhkan dengan diplomasi “tangan di atas” artinya lebih berkontribusi supaya ekonomi mereka makin sehat meskipun awalnya berjumlah imut.

Adapun, pada APBN 2020, pemerintah diketahui menganggarkan dana untuk LDKPI ini sebesar Rp 1 triliun. Terkait organisasi serta tata kerja LDKPI, Kemenkeu telah mengaturnya melalui Tata Menteri Keuangan Nomor 143 Tahun 2019 yang terkuak beberapa hari lalu. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan siap bekerja kolektif dengan Kemenlu dalam rangka mengelola anggaran dana hibah untuk negara maupun pembahasan asing yang menjadi manfaat utama Indonesian Aid. “Dengan adanya single agency yakni Indonesian Aid, bantuan Nusantara dilakukan melalui satu pintu dengan anggaran awal agenda sebesar satu triliun rupiah.

Sejak tahun lalu, eks direktur pelaksana Bank Jagat itu menambahkan, pemerintah sudah memasukkan dana ke pembahasan tersebut senilai Rp1 triliun dari APBN. Menurut Menkeu, Indonesia merupakan negara gede baik dari sisi banyak penduduk, letak geografis hingga ukuran ekonomi. Untuk itu, Indonesia sebagai salah satu negara organ dunia untuk ikut menjaga perdamaian jagat, sesuai dengan cita-cita penggagas bangsa. Retno menjelaskan sikap sama pembangunan ini disesuaikan dengan kebutuhan negara yang meminta bantuan. “Indo AID menjadi perangkat yang luar biasa berharga bagi diplomasi Indonesia serta akan memperkuat kerja sama dan peran Indonesia dalam dunia internasional, ” jelas Menlu Retno.

Pembentukan badan ini hendak memperkokoh diplomasi Indonesia, tergolong diplomasi kemanusiaan, ” ucap Retno dalam pernyataan pers tahunannya di Jakarta, Selasa (9/1). Menteri Luar Teritori, Retno Marsudi, menekankan Nusantara Aid merupakan alat dengan sangat berharga bagi diplomasi Indonesia. Indonesia Aid pula adalah perangkat diplomasi dengan akan memperkuat posisi dan peran Indonesia di dunia internasional. Dengan diluncurkannya Indonesia Aid, anggaran bantuan internasional dari berbagai K/L dapat dikumpulkan di satu lembaga, agar tujuan pemberian bantuan lebih terfokus. Menteri Uang Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan dana bantuan dalam Indonesian AID tersebut diatur pada pos anggaran below the line atau model pembiayaan, sehingga penggunaannya tidak harus habis.

Menteri Per-ekonomian, Sri Mulyani, mengatakan titik berat finansial Indonesia AID akan disediakan dalam bentuk kapital abadi. Pemberian dana dukungan internasional melalui Indonesian AID ini telah berlangsung semenjak tahun lalu. Menurut Retno, saat ini dana dengan tersedia melalui Indonesian AID telah mencapai Rp3 triliun. Untuk tahun ini, Indonesian AID telah menggelontorkan kapital bantuan untuk tujuh negeri. Liputan6. com, Jakarta – Saat diresmikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 18 Oktober 2019, Indonesia, untuk pertama periode dalam sejarah, memiliki institusi pengelola dan penyalur kapital negara untuk pemberian bantuan internasional.

Nilai anggaran nun telah dikeluarkan Pemerintah buat Indonesian AID sebesar Rp 3 triliun, dengan pernyataan Rp 1 triliun untuk tahun pertama di 2018 dan Rp 2 triliun di 2019. Jakarta, 18/10/2019 Kemenkeu – Wakil Pemimpin Jusuf Kalla mengatakan kalau sudah waktunya Indonesia untuk negara besar anggota G20 ikut membantu negara-negara di dunia yang membutuhkan dengan diplomasi “tangan di atas” artinya lebih berkontribusi supaya ekonomi mereka makin sehat meskipun awalnya berjumlah imut.

Leave a Reply